Monday, April 13, 2020

Air dan Angin

Matahari mulai meredup dikala penghujung hari,
tik tik tik byuur langitpun gelap dan kebahagiaan--ku datang, hujan.
Semenjak saat pandemi ini muncul, saya bahkan sudah meringkuk diatas alas karpet kecil dalam rumah yang saya jadikannya sebuah kasur, tempat tidurku.

Air...
Semua manusia membutuhkannya, sangat membutuhkannya.
Tetapi saya tidak, saya hanya menginginkanya. Air yang turun dari langit itu, yang sebagai bagian dari hujan adalah keinginan saya.
Botol berukuran 2000ml itu masih selalu saya bawa kemanapun pergi. Seperti anak sendiri, saya anggapnya.

Angin tak pernahnya meminta sesuatu hal yang rumit dari air? tetapi Angin sangat dan masih mencintainya. Hubungan mereka sangat rumit sekali.
Api adalah ibu dari Air, beliau //api// sangat tidak suka terhadap Angin...kami mungkin memang tak ada harapan untuk bersatu.

Air selalu ingin pergi dari hidup angin, iya angin tahu itu. Sampai pada suatu hari angin lelah dan mulai berpikir bahwa semua yang dijalani selama hampir 1000 hari bersamanya ini tak pernah dianggapnya, bahwa angin itu ada.

Memang mungkin, dia hanya sebuah Angin.
Angin yang berlalu, manusia mana yang menginginkan Angin?
Bahkan Api pun tak bisa melihat Angin...baginya itu adalah sebuah kerusakan.
Kamar yang kotor, berantakan dan tampang yang lusuh kala bertemu pertama Angin.



No comments:

Post a Comment

Instagram

https://www.instagram.com/dndyprmt/